Kamis, 15 November 2012

Melanjutkan Terapi Diathermi

Sudah lebih dari 1 minggu, tepatnya tanggal 14 November 2012 saya kembali melanjutkan terapi yang tertunda tersebut dikarenakan menstruasi yang datang. 

Pada saat menstruasi, darah yang keluar tidak begitu banyak seperti menstruasi saya terdahulu, Apakah dkarenakan saya sempat di suntik thapros dan menjalani terapi.


Saat terapi hari itu, saya berbincang-bincang dengan terapis... diri saya harus relax dan ikhtiar, agar pengobatan dapat sempurna diterima oleh tubuh saya. 


Terapisnya seperti bisa membaca diri saya, yang merupakan type orang menyimpan perasaan dan juga dia menyarankan saya harus lepas sehingga beban dipikiran tidak membebani diri yang menjadikan penyakit akut.


Insya Allah saya akan belajar mengontrol perasaan saya.

Terapi Diathermi

Tanggal 1 November 2012, saya melakukan terapi ini yang pertama kalinya di RS YPK Mandiri, dikarenakan harga per paket terapi ini cukup terjangkau Rp 475.000 per 10 x.

Jam 17.30 saya sampai di RS YPK setelah melakukan pendaftaran, saya menuju ruang Fisioterapi di area belakang Rumah Sakit. Kesan yang saya peroleh, bahwa jadwal terapi yang sangat On time dan terapis yang begitu baik dan informatif.


Terapi ini menggunakan alat yang cukup besar, yang mempunyai gagang seperti tangan. Karena rahim saya mengalami gangguan di kedua tuba, maka dilakukan Bilateral Terapi, yaitu : sebelah kanan 15 menit dan kiri 15 menit.


Sewaktu diterapi, saya tidak merasakan hal-hal yang menakutkan, ada hawa pana yang menjalar di area dalam tubuh saya, tetapi kulit saya tidak merasakan panas. Saya mencoba mencari tahu kenapa hal tersebut terjadi, dikatakan bahwa terapi ini dilakukan dengan medan electromagnetic yang menghasilkan panas, sehingga jalan darah menjadi lancar.


Keesokan harinya tgl 2 November 2012, saya melakukan terapi yang ke 2. Akan tetapi, Pada hari sabtu, tgl 3 November 2012, saya harus mengcancel jadwal terapi saya dikarenakan saya menstruasi. Saya bingung, merasa saya telah melakukan suntik thapros yang dikatakan untuk menghentikan mentruasi tapi Koq saya malah datang bulan.


Akhirnya tgl 3 November 2012, di dera rasa bingung dan takut saya melakukan pertemuan kembali dengan Prof. Yunizaf di RSIA Evasari, tetapi malah beliau bilang tidak apa-apa, setelah selesai menstruasi saya harus kembali melakukan terapi tersebut. Dan dipetemuan tersebut saya juga bilang mencari Obat Oradexon tersebut sangat sulit. Akhirnya beliau menuliskan resep kembali : Methergin 0,125mg , Transamin 250mg dan Kalmethasone 0,5.


Pertemuan dengan Prof. Dr. H. Yunizaf SpOG

Koq... belum menstruasi juga sih di bulan Oktober 2012 padahal sudah mendekati akhirnya. Dihati berharap sangat semoga yang dinantikan memang ada di perut ini.

Atas rekomendasi dari seorang teman, bertemulah saya dan suami dengan Prof Yunizaf di RSIA Evasari di daerah Pasar Genjing. Teman saya merekomendasikan beliau dikarenakan dia sudah berhasil dan sedang mengandung usia 8 bulan atas program Prof. Yunizaf.


Tgl. 29 Oktober 20012. pertemuan pertama saya dengan Prof Yunizaf.... dilakukanlah USG 2D  dan terlihat di bagian kanan rahim saya ada kista (endrometriosis). Hati saya bercampur aduk dikarenakan penyakit ini menggerogoti bagian rahim saya sudah ke 4 kalinya. Saya bingung karena saya tidak mau Operasi kesekian kalinya... Apakah saya harus nerasakan ke empat kalinya ruang Operasi.


Tetapi pada hari itu, Prof Yunizaf belum dapat memberikan resep obat untuk saya dan saya belum juga Hamil pada saat itu. Betapa kecewanya hati ini .... saya dirujuk bertemu dengan Prof. Nasir Chan untuk melakukan USG 4D di RS YPK Mandiri daerah Menteng.


Tgl. 31 Oktober 2012, saya bertemu dengan Prof Nadir Chan, dan dilakukanlah USG tersebut.... alangkah cepatnya pertemuan tersebut... Beliau langsung membuatkan hasil USG tersebut untuk disampaikan ke Prof. Yunizaf. Dikarenakan hari itu hari Rabu, ternyata Prof. Yunizaf pun praktek di RS tersebut... tanpa harus berlama-lama untuk mendengarkan vonis USG tesebut. Akhirnya saya pun bertemu dengan beliau.. dan hasilnya pun seperti berikut : tuba falopi kiri non paten ada hidrosalping, tuba falopi kanan endrometriosis dan hidrosalping, serta dinding rahim ada Miom sebesar 3 cm.


Prof. Yunizaf berkata " Secara medis untuk kondisi ibu adalah sangat sulit untuk memeroleh keturunan, akan tetapi kita tidak pernah tahu Kuasa dari Allah, yang terpenting kita berusaha."  Tak kuasa airmata menetes mendengar kenyataan tersebut.


Hati saya begitu tersentak dan ingin lari dari ruangan tersebut, airmata juga tak dapat disembunyikan lagi. Apakah saya tidak dapat mempunyai anak dan tidak ada anak-anak yang memanggil saya dengan sebutan Bunda. Cobaan begitu besar menghadang saya... 
Prof. Yunizaf adalah dokter yang begitu baik dan perhatian, beliau mencoba menenangkan diri saya. dan beliau mencoba untuk melakukan treatment perawatan sebagai berikut : Suntik thapros 3x (sebulan sekali), Terapi diatermi 20x berturut-turut (jika sedang menstruasi tidak boleh melakukan terapi), Obat resep, yaitu : Oradexon dan Amoxilin 500mg